Belinyu, BERITA SMANSABEL – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Belinyu memasuki hari kelima dengan menghadirkan kegiatan yang berfokus pada penguatan budaya sekolah, pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta pengembangan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Unjuk Karya. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian MPLS yang telah dilaksanakan selama lima hari.
Kegiatan diawali dengan Salam Sapa Murid, sebagai bentuk penyambutan yang menciptakan suasana belajar yang hangat, aman, dan menyenangkan. Selanjutnya, seluruh murid baru mengikuti Pertemuan Pagi Ceria yang bertujuan membangun semangat, kebersamaan, dan motivasi sebelum mengikuti rangkaian kegiatan hari terakhir MPLS.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi Budaya Sekolah Berbasis Kekhasan Sekolah. Dalam materi ini, murid baru diperkenalkan dengan budaya positif yang menjadi ciri khas SMA Negeri 1 Belinyu, mulai dari nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, integritas, hingga semangat berprestasi yang terus dibangun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik mampu memahami serta menerapkan budaya sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Selain itu, murid baru juga mengikuti materi Pengenalan Budaya K3 (5R/5S) sebagai upaya menanamkan kebiasaan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan tertata. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan prinsip Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin (5R) atau Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) dalam kehidupan sehari-hari di sekolah sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan.
Puncak kegiatan MPLS hari kelima diisi dengan Unjuk Karya, di mana murid baru menampilkan berbagai hasil kreativitas, bakat, dan kemampuan yang telah dipersiapkan selama pelaksanaan MPLS. Beragam penampilan ditampilkan secara berkelompok, mulai dari pertunjukan seni, kreativitas, hingga karya yang mencerminkan kerja sama, keberanian, dan rasa percaya diri. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengekspresikan potensi diri sekaligus mempererat kebersamaan antar sesama murid baru.
Suasana penuh semangat dan antusias tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Tidak hanya menjadi ajang menampilkan kemampuan, Unjuk Karya juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi yang menjadi bagian penting dalam pengembangan karakter peserta didik.
Rangkaian MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 kemudian ditutup dengan sesi Refleksi, Doa, dan Penutupan. Dalam sesi refleksi, murid baru diajak mengevaluasi pengalaman yang telah diperoleh selama lima hari pelaksanaan MPLS, sekaligus menanamkan komitmen untuk menerapkan nilai-nilai positif yang telah dipelajari selama menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Belinyu.
Kepala SMA Negeri 1 Belinyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, tenaga kependidikan, OSIS, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi merupakan langkah awal dalam membentuk karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah.
“Melalui MPLS Ramah, kami berharap seluruh murid baru dapat beradaptasi dengan baik, mengenal budaya sekolah, mengembangkan potensi diri, serta tumbuh menjadi peserta didik yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan. Semoga semangat yang telah dibangun selama MPLS menjadi bekal dalam menjalani proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Belinyu,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian MPLS Ramah, seluruh murid baru kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Belinyu dan siap mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan semangat baru untuk terus belajar, berkarya, dan meraih prestasi.
(fr/fr)